BSI Career Center

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Artikel Karir Sulit Mencari Kerja atau Sulit Mencari Pekerja?

Sulit Mencari Kerja atau Sulit Mencari Pekerja?

E-mail Print PDF

Bursa Kerja BSI Juni 2009Beberapa tahun yang lalu saya sering mendengar pernyataan "sulitnya mencari pekerjaan di jaman ini!" yang diucapkan oleh mahasiswa atau alumni atau masyarakat. Saya juga sempat merasakan kondisi demikian walaupun tidak berlangsung lama setelah akhirnya mendapatkan pekerjaan. Dilain pihak, ada beberapa orang yang sering berpindah perusahaan dan selalu mendapatkan pekerjaan.

Dikatakan susah mencari pekerjaan dapat dilihat dari beberapa aspek, seperti sulitnya menjangkau peluang kerja, atau sulitnya lolos proses seleksi kerja, atau karena sedikitnya peluang kerja. Memang tidak mudah kalau setiap hari harus menempuh jarak yang tidak dekat untuk mengikuti proses seleksi kerja atau bahkan hanya sekedar menaruh aplikasi lamaran pekerjaan. Butuh biaya dan waktu yang tidak sedikit dan tidak sebentar.

Faktanya

Peluang kerja pada masa ini tidak bisa dikatakan sedikit, sebagai contoh sedikitnya terdapat lima perusahaan setiap harinya menginformasikan kepada BSI Career Center (BCC) mengenai peluang kerja yang ada di perusahaan mereka. Setiap satu perusahaan terkadang tidak hanya membuka satu peluang kerja, melainkan dua atau lebih peluang kerja. Terkadang perusahaan hanya meminta untuk sekedar dipublikasikan peluang kerjanya, ada juga yang meminta dikirimkan data alumni sebagai kandidat untuk disertakan dalam proses seleksi kerja, bahkan ada juga yang ingin melaksanakan walk in interview di kampus-kampus Bina Sarana Informatika.

Perusahaan sepertinya kesulitan untuk mencari SDM (Sumber Daya Manusia), sehingga mereka merasa perlu untuk mempublikasikan peluang kerjanya melalui beberapa media baik yang berbayar maupun tidak. Akan tetapi, tidak banyak kandidat yang melamar pada peluang kerja yang ditawarkan.

Pencari kerja saat ini sepertinya juga merasa di atas angin, karena banyaknya peluang kerja yang "ditawarkan" kepada mereka sehingga mereka merasa bisa memilih peluang kerja yang sesuai dengan keinginannya, atau sedikitnya yang mendekati sesuai. Mereka merasa bisa berpindah sewaktu-waktu ketika ada peluang kerja yang dirasakan lebih baik. Sampai-sampai perusahaan perlu membuat aturan main untuk mengantisipasi hal tersebut.

Fenomena Peluang Kerja

Beberapa tahun belakangan, banyak dijumpai event Bursa Kerja yang diselenggarakan baik oleh Perguruan Tinggi maupun oleh EO (event organizer) yang memiliki usaha sebagai job recruitment. Pada bulan yang lalu saja (Juni 2010) penulis mencatat ada tiga kegiatan Bursa Kerja yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan EO. Terlepas apakah mereka berorientasi kepada bisnis, tetapi perlu dicermati bahwa setiap kali diadakan kegiatan Bursa Kerja selalu ramai diikuti oleh perusahaan yang berpartisipasi. Ini artinya banyak peluang kerja yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Di lain pihak, justru peserta dari pelamar / pencari kerja (job seeker) yang diharapkan banyak yang hadir justru hanya sedikit. Apakah memang tidak banyak yang butuh pekerjaan, atau tidak mau hadir karena harus membayar sejumlah uang untuk bisa masuk ke acara bursa kerja. Selain itu, masih terdengar berita tentang adanya orang yang stress bahkan memutuskan bunuh diri karena alasan menganggur karena sulit mendapatkan pekerjaan.

bersambung...

 

Workshop Career

No events

Login


Statistics

Members : 3075
Content : 583
Web Links : 3
Content View Hits : 330139